Minggu, 29 Desember 2013

JODOHKU SALAH

Tania gadis manja tapi tomboy sampai2 kedua orangtuanya sepakat untuk ngejodohin dia diusianya yang baru 20 tatuh. tania mempunya 3 orang teman dekatnya yaitu sisy,luna,gabby. 3 temannya memiliki sifat yang berbeda untuk memandang laki-laki. sisy,dia menyukai laki-laki yang tinggi,putih,rambutnya harus rapi,wangi,dan harus orang kantoran. luna,menyukai laki-laki yang hitam kulitnya karena itu dianggapnya cowo banget ketimbang cowo kulit putih yang dia anggap agak banci..hehehe. terus ada gabby,dia itu ga mandang cowo dari penampilannya dia terima cowo apa adanya..eitsss..maksudnya soal fisik,karena menurut luna cowo itu yang penting kayak ga penting dia gendut,kurus,tinggi atau pendek..hahaha..nah,buat si Tania dia belum ada kriteria cowo yang dia suka karena dia pikir waktu dia adalah buat seneng2 sama temennya dan cowo itu perusak waktu pertemanan. "apa tan?lo dijodohin?kayak gimana orangnya?bersihkan?" "kulitnya ga putihkan?" "mau kayak gimana kek yang penting dia kaya kan tan?" "diemmm!!! kalian ribet banget deh sama penjodohan. gw aja santai gini,kalaian kok repot sih?"jawab santai tania sambil memakan sekeping snack yang ada ditangannya. "tania,lo beneran ga kenapa-napa?"luna memegang wajah tania yang lagi asik makan. "ihh..gw ga kenapa-napa kuq. emang mau kayak gimana deh?haha" "gini deh,lo seriusan mau dijodohin?"giliran sisy yang melontarkan pertanyaan. "dijodohin?mau aja..ga salahkan kalau gw dijodohin.." "kalau ternyata orangnya jelek dan bau gimana?"tanya sisy dengan wajah jijik. "gapapa..gw bingung ma kalian dijodohin itu kayak main lotre yang kita ga tau siapa orang yang dijohon dan yang pasti mau kayak gimana dia kan tetep dijodohin ma gw jadi yaaa,santai ajalah"tania berdiri dan menuju ke kulkas untuk mengambil minum. "tania,kalau dia bukan orang kaya gimana?lo mau hidup susah?lo ga bisa jalan2,ga bisa karaokean bareng kita,ga bisa makan2 enak..gimana?lo harus cari tau.."gabby mulai angkat bicara. "gw udah dikasih tau nyokap gw sih soal si cowo yang dijodohin sama gw,kata nyokap gw cowonya ganteng,putih,tinggi,bersih dan dia seorang kantoran,masih freshgraduate sih tapi pinter gituh kata nyokap gw. jadi..gw ga mungkin kelaparan dan jadi gelandangan,dan lagi dia ganteng ga mungkin gw ga mau kan?selowww aja kalian deh.."tuntas tania dipembicaraannya. --------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- "tania,kamu jemput bima ya sayang,dia tunggu kamu di restoran keluarga kita yag di deket taman yaa..dia dari luar negeri jadi kamu ngobrol pake bahasa inggris aja supaya memperlancar bahasa inggris kamu ya,harus bersikap sopan ya,inget pesen mama" pesan sms dari mama tania pun sampai di tangan tania. "kita harus jemput tunangan gw ya,namanya bima. temenin ya..."tania memohon didepan ketiga temannya. "sekarang?aduh,tan mau banget sih tapi gw kan harus perawatan badan hari ini..maap yaa.."tolak sisy. "gw juga ga bisa tan,gw harus liat pertandingan basket hari ini,ada diego loh..aduh,,,kesempatan ga datang ga dua kali.."tangkas luna ke tania. "dan lo?pasti ga bisa juga..."tunjuk tania ke gabby. "iya tan,mau ke pesta nyokap banyak orang2 kaya yang dateng kali aja ada yang nyantol satu."cengir gabby menatap tania. "okedeh..buat kalian yang super sibuk hari ini..gw juga bakalan ketemu tunangan gw,ga bakal kalah sibuknya nanti hari2 gw..dadadadahhh..." --------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- "kuq gw jad deg2n gini ya?cowonya kayak gimana ya?kalau jelek gimana?bau terus..iiihhh..aduuh,bingung nih. apa gw balik aja ya dan pura2 sakit perut. aduh, lagian kenapa harus disini sih ketemunya?katanya dari luar negeri tapi ketemu restoran,kalau kayak difilm2kan ketemu dibandara terus jatuh cinta deh..eh...gila gw kelamaan nunggu nih.."gerutu tania didalam restoran sambil menggaruk2 kepalanya dengan wajah cemes. "pak rian,tamunya mama belum dateng ya?" "belu,non. macet non diluar,karena lagi hujan non..." "oooh,yaudah pak saya ke toko buku dibawah dulu,kalau orangnya udah dateng suruh nunggu bentar aja ya pak.." "iya non.." --------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- "heran deh pake acara telat segala lagi dianya dateng jadikan makin penasaran gw nya..huh!" gubrrrrraaaaakkkkkkkkk..... "maap2 ga sengaja.."seoarang pria berbadan tegap dengan badan basah kuyup meminta maap atas kesalahannya yang membuat tania jatuh kelantai karena berbenturan. "maap..maap..jalan makanya hati2 ya mas.."tania bangkit dari lantai dengan menatap tajam si pria itu. "oya, tau restoran sweet dimana ya?"si pria itu bertanya dengan wajah kedinginan. "ooh,,mana tuan kamu?"tania langsung memasang wajah marah. "maksudnya gimana ya?gw masih ga ngerti.."pria itu mulai kebingungan. "lo kesini naik mobilkan?nah mobilnya mana?gw mau kesana!"sentak tania. "maap lo siapa dan mau ngapain ketempat mobil?" "jangan banyak tanya! pokoknya lo anter gw kesana,,dan gw jamin lo ga bakal kena omel sama sekali..jadi lo jangan takut.." "tapi..." "ga ada tapi2n..buruan!"tarik tania ke pria itu..." --------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- "mana mobilnya?cepetan..kalau ga lo bakalan lama ga ganti baju dan menggigil kayak gituh..."tatap tania ke pria itu. "itu mobilnya..yang warna hitam sabelah yang warna biru itu..."tunjuk pria itu kesalahsatu sisi mobil yang berjejer. tania pun langsung tergesa2 menuju mobil itu. buukk..buukk..buuukk...gedor tania ke mobil itu.. "keluar lo.."tania langsung berteriak. "iya kenapa?"jawab seorang pria yang keluar dari mobil tersebut. "h,,baju lo ga basah..dan lo enak banget yaa nyuruh2 supir lo buat nyari2 restoran dan ketemu gw sedangkan lo santai2 disini..tau ga gw itru udah 3 jam nunggu lo,bukannya lo sendiri yang datang buat minta maaf malah nyuruh orang.."cerocos tania ke pria itu. "maksudnya kayak gimana ya?saya bingung. dan kamu tuh siapa?"pria itu memasang wajah heran dan agak ketakutan. "lo masih ga ngerti gw siapa?! gw tania! tunangan lo! masih ga ngerti?!"tania mulai emosi sampai iya mendorong badan pria itu. "maap2..mungkin dia lagi shock karena lo ngomel2..jadi santai dulu aja gimana,,gw parjo.."pria berbadan tegap itu menyondorkan tangannya. "jauh lebih baik lo ketimbang majikan lo itu! males gw ditunangin ma dia..ihhh..." "tapiiii..." "gapapa tuan bima,saya yang tanggung jawab buat ini semua..."parjo memotong ucapan yang ingin disampaikan pria yang di mobil itu. "tuan,,maksudnya gimana ya?" "tuan?! lo manggil supir lo tuan?kelamaan diluar negeri jadi otak lo konslet ya?"tania nyamber ucapan bima. "memang tuan bima biasa manggil tuan ke saya kalau lagi tegang kayak gini.."tangkas parjo. "kebiasaan yang aneh..yaudah,parjo anter kita kerumah saya ya.." --------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- sehari kemudian.... "tania,mana tunangan lo?"ucap luna. "ga sabar nih kita mau ketemu tunangan lo.."sambung gabby "sabar2..tunangan gw tuh jauh banget dari apa yang mama gw kasih tau,,orangnya ngeselin,ga ada sopan santun dan sok penuruh gituh ke supirnya,terus..dia ga ganteng kuq..jadi kalian jangan kecewa aja kalau ngeliatnya.."jelas tania. "jadi jelek tan?ga putih?"tanaya sisy. "udah kalian ikut gw buat ketemu sama tunangan gw.."ajak tania menuju keruang tamu. "tuh,,tunangan gw.."tunjuk tania ke arah ruang tamu.. "yaampun tan,,ini namanya ganteng,,"ceplos luna. "putih lagi tan.."lanjut sisy. "keliatannya tajir juga.."sambung gabby. "apaan sih kalian?yaampun..."tania terkejut dan memegang dahinya.. "kenapa tan?"tanya gabby.. "bukan dia masalahnya,,dia itu parjo supir tunangan gw.."jelas tania. "supir aja ganteng banget apalagi majikannya?"ceplos sisy. "liat sendiri deh ntar.." beberapa menit kemudian. "permisi..."keluar sesosok pria yang bernama bima kearah ruang tamu. "nah....ini dia orang yang kalian tunggu2.."tunjuk tania ke pria itu. "astaga ampun,,hitam dan jelek gituh,,kesukaan lo tuh"tanggapan sisy sambil menyenggol luna. "ihh..,hitam sih hitam tapi ogah ahhh...jelek gituh...ga ada tampang buat jadi majikan.."tolak luna. "udah2 kalian berdua cukup menghina tunangan gw,,"tania menghentikan ucapan luna dan sisy kecuali gabby karena dia ga melihat cowo dari fisik tapi dari kekayaan..hahaha "lo kuq belain dia tan,,dia kan baru tunangan lo doank"ucap luna dengan perlahan. "mau kayak gimana tunangan gw dia bakal jadi tunangan gw,udah ditentuin sama nyokap gw..ngerti lo semua,,jangan dihina2 lagi ya.."tuntas tania. "jadi lo mau2 aja dijodohin sama tunangan lo?lo ga berpendapat gituh.."tanya parjo ditengah perselisihan. "ngapain sih lo ikut2 ngomong parjo?gw mau kayak gimana juga bakal ditunangin sama si bima ini..nyokap gw pasti udah kasih yang terbaik buat gw,,udah jangan dibahas lagi."taniapun pergi meninggalkan ruang tamu menuju kekamar. --------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- keesokan harinya. "mama..."tania menelpon mamanya. "iya sayang,,kamu udah ketemukan sama bima"tanya mama melalui telpon. "udah ma,,tapi.." "tapi kenapa tania?kamu cocokkan sama pilihan mama. dia itu lulusan london dan dia pinter banget sampe diketrima di kantor ternama disana..kamu suka kan?" "suka ma..cuma ga sesuai sama yang mama bilang.." "ga sesuai gimana?kamu adaptasi sama dia..coba ajak jalan2 dia di jakarta..dia udah lama ga ke jakarta loh.. "ehmm..iya deh ma..tania coba yaa..." --------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- "bima,kita keluar yuk..kita jalan2 keliling jakarta..gimana?"ajak tania ke bima. "sama bim..maksud saya sama parjo aja tania..saya lagi kurang enak badan.."jawab bima ke tania. "dasar lo...alesan aja.."ketus tania. "parjo..anterin gw keliling jakarta yuuk..lo pasti udah tau jalan sini kan?"ajak tania. "ayok deh..tapi saya kurang inget jalan.."jawab parjo. "loh?bukannya lo tinggal disini kan?lo supirnya tante ria kan?dan lo disuruh jadi supirnya si bima selama dia dijakarta kan?kuq bisa ga tau jalan yaa?"tanya tania dengan penuh keingin tauannya. "gw ngedarainnya cuma yang deket2 komplek perumahan tante ria aja.." "udah2 deh ga usah dipanjang lebarin lagi..bikin pusing..." --------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- "gw ajak lo ke tempat dance gw..tempatnya seru loh..diatap gedung tertinggi itu..jadi lo bisa liat jakarta darisana.." "ooh..wah keren yaa.."jawab bima "nah,,itu giselle,ulpa,rena,dan yang diujung sana namanya vika..."tania memperkenalkan teman2 dancenya.. "haiii..."sapa parjo. "lo seneng dance ga?dance tuh asik banget loh..kalau lo lagi ada masalah atau penat dance itu solusinya.." "suka sih,dulu pernah ikutan dance juga tapi ga begitu mahir.."ucap bima. "wah,pengalaman lo keren juga buat setingkat supir kayak lo..hanhahaa"canda tania. "lo sekarang udah tau tempat dance gw,,gw mau ajak lo ketempat jajanan terenak disini..yuukk.."ajak tania. "ehh,,kalian gw jalan dulu yaa,,nanti malem gw kesini lagi.."tania pamit pulang keteman2nya. duajam kemudian. "gimana?enakkan jajanan disini?gw hampir tiap hari kesini buat beli jajanan ini.."ucap tania "iya enak..apalagi keripik pedasnya..mantap banget..hahaha.."komentar parjo ke tania. "sama dunk sama gw..gw juga suka banget sama keripik pedasnya,,juara banget! ehm..sayang banget yaa bima ga bisa ikut kesini..padahal gw mau kasih tau tempat2 ini ke dia karena diakan calon pendamping hidup gw.."ucap tania dengan rasa sebel. "ehmm..tenang2..lo ajak gw aja nanti gw yang kasih tau dia,,tuan bima itu pemalu jadi ga bisa diajak kemana2..butuh adaptasi lebih..sabar aja ya.."ucap parjo diakhiri dengan senyuman. "bisa aja lo..kalau gituh abis dari sini kita ketempat rahasia..gimana?cuma gw kasih tau lo karena lo bakal kasih tau bima..ngerti lo?!"ketus tania. "siap2deh nonanya bima..hahaha" sejam kemudian. "ini dia tempat rahasia gw..taaaaadaaaaaa..."ucap tania dengan riang. "atap gedung lagi?"ucap parjo dengan bingung. "iya ini tempat tinggal gw waktu gw lagi kecil,sebelum nyokap dan bokap gw kerja diluar negeri. gw tinggal digedung ini dilantai 9 dan setiap sore gw selalu naik keatap gedung ini,kalau lagi sedih ataupun lagi ada masalah ini tempat rahasia gw dimana gw akan tinggal. dulu,waktu gw tk disini juga..tuh,,dari sini gw bisa liat tempat sekolah gw dulu.."cerita panjang tania semasa kecilnya. "terus kenapa lo pindah dari sini?"tanya parjo. "waktu gw naik ke sd gw pindah ke london. tapi gw ga betah disana sampai gw kelas 3 sd gw balik lagi ke indonesia tapi ga tinggal disini lagi karena kamar disini udah penuh. akhirnya gw jauh darisini. tapi,waktu gw kelas 6 sd gw kabur dari sekolah dan naik kendaraan umum ketempat ini dan akhirnya tiap hari gw kesini buat curhat dan mecem.."ucap tania sambil diakhiri senyuman. "lo suka sama tempat yang tinggi yaaa..?"tanya bima. "iyaa gw suka banget sama tempat tinggi kayak atap gedung ini,karena suasananya nyaman banget buat gw..dari sd kelas 3 sampe sekarang gw ketemu orangtua gw cuma setahun sekali,gw ga punya temen karena gw orang yang tertutup sampai akhirnya gw masuk sma gw kenal sisy,luna dan gabby mereka rese sih tapi mereka peduli sama gw dan bisa nerima gw dengan sikap gw yang agak tertutup,dan mereka merubah gw menjadi cewe yang riang..yakan parjo?"tanya tania sambil menatap parjo. "emang lo keliatan periang sih,,tapi boleh gw nanya ga?" "daritadi juga lo udah nanya,mau nanya apaan sih?"ucap tania dengan wajah penasarannya. "lo ga pernah suka sama cowo?dan lo mau ditunangin tanpa rasa cinta gapapa?"ucap parjo dengan hati2. "hahaha,,,parjo2..kirain mau nanyain apa..malah nanya gituan.."ucap canda tania. "karena menurut gw,tunangan yang dipilih orangtua itu baik tapi harus melakukan pendekatan dan harus memiliki hasilnya,kalau yang ditunangin saling jatuh cinta pertunangan itu dilanjutkan kalau ga ya sebaik jangan karena berdampak dikemudian hari."jelas parjo. "paham2,gini loh parjo..gw ini ga pernah suka atau cinta sama cowo karena gw belum pernah pacaran..hahaha..tapi yang lo harus tau tipe cowo gw ada kuq..mungkin ada ditunangan gw,,makanya gw mau2 aja ditunangin,,ga salahnya dicoba dan gw setuju sama lo dalam pertunangan harus ada hasilnya,dan gw mau coba kalau bisa jatuh cinta apa ga sama tuan lo itu..hahaha"ucap tania dengan jelas melalu candaannya. --------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- seminggu kemudian. "bima,anterin aku nonton yuk..ada film bagus loh.."ajak tania "kayaknya ga bisa deh.." "kenapa?" "karena saya bukan....." "udah2,,,jangan dipaksa tania...tuan bima emang lagi ada masalah dikantornya...ya kan tuan?"ucap parjo ditengah perbincangan. "iya begitu tania.."ucap bima. "kenapa sih bima ga pernah mau keluar sama tania?ga suka ditunangin sama tania ya?yaudah batalin pertunangan ini aja..gapapa kuq.."ucap tania dengan perlahan. "gak,gak,,jangan..."ceplos parjo "kanapa sih parjo?gw lagi nanya sama bima..lo bisa keluar dulu ga?"ucap tania ke parjo. "bukan gituh,pertunangan jangan dibatalin..ehhmm..pokoknya jangan deh..mesti harus lanjut,,oke?mending sekarang kita jalan aja gimana tania?ya kan tuan bima?ucap parjo dengan gugup. "iyaiya,,tunangan jangan dibatalin..mending jalan2 sama parjo dulu..nanti besok kita jalan2 deh.."jawab bima. "serius?bener ya?kalau ga jalan2 besok kita batal tunangan.."tegas tanis. "jangan..."teriak parjo. "apa yang jangan parjo?" "maksudnya ayo kita jalan... --------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- keesokan harinya. "bima..ayo jalan..inget janjinya.."tagih tania ke bima. "tapi gimana ya..kayaknya ga bisa.."ucap bima terpatah2. "kalau gituh kita batal tunangan! " "jangan..jangan..."tepis parjo. "apaan sih parjo..pokoknya gw mau batal tunangan..titik..!"tega tania. "tuan bima mau kan jalan sama tania..ya kan?"tatap parjo ke bima. "ehm..ehh..iya mau jalan kuq.."jawab bima. "Seriusan?"tanya tania. "iya serius..." "kalau gituh biar saya yang jadi supirnya ya"ucap parjo "oke parjo..kalau bima kabur tangkep yaa.."ucap tania. duajam kemudian. "kita nonton apa nih bima?"tanya tania. "nonton apa ajadeh.." "kuq gituh sih bima..harus fokus dunk maunya apa..ga asik nih.."celoteh tania. "tuan bima katanya mau nonton film the hobbit loh tania,,,"ucap parjo. "ouh,,iya bagus kuq tuh film,,yaudah kita nonton itu..parjo tunggu diluar aja yaa,,gapapa kan?"ucap tania. "ehm..sebaiknya parjo ikut nonton aja,dia juga suka nonton the bit.."ucap bima. "the hobbit bima bukan bit..hhe.."cengeir tania. "ga usah tuan biar saya keliling2 disini aja.." "yaudah lo tunggu ditempat makan aja ya parjo..nanti selesai nonton kita kesana.."pinta tania --------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- tiga jam kemudian. "parjo..ayo kita langsung pulang.."ajak tania. "iya.."jawab parjo. selama diperjalanan didalam mobil. "kenapa tania mukanya merengut gituh?"tanya parjo. "tanya aja sama bima..gw bener2 ga tahan sama cowo kayak gini. dia ga cocok buat gw. dari fisik gw udah ga suka,terus hobby juga beda banget,masa tadi dia tidur dalem bioskop. ngebosenin banget kan? bener2 deh ga bakalan mau gw dijodohin ma dia.."curhat tania disamping bima yang hanya diam. "heem..jangan dunk tania,lo harus sabar dulu..jangan langsung batalin pertunangan ini..yakan?"nasehat parjo. "tapi parjo,malah gw lebih nyaman sama lo ketimbang sama dia,liat aja deh gw ngomong kayak gini aja ga direspon sama sekali,jelas dia juga ga mau di tunangin sama gw. ngapain lagi dilanjutin pertunangan ini. besok gw bakal telpon nyokap gw buat batalin pertunangan ini.." "jangan dunk tania,tolong jangan dunk,,tunggu beberapa hari deh.."bujuk parjo "parjo gw ga ngerti deh kenapa lo malah yang mohon2 ketimbang bima aja biasa denger pembatalan ini..udah jangan dibahas lagi,ini udah jadi keputusan gw.."tegas tania. --------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- keesokannya. "mama,aku udah jalan sama bima hampir 2 minggu dan aku ngerasa ga cocok sama dia,aku mau pertunangan aku ini dibatalin mah.."ucap tania melalui telpon ke mamanya. "tania..kamu ga boleh ngomong kayak gituh,pokoknya mama mau kalian tetap bertunangan..besok mama akan pulang ke jakarta mau ngeliat kenapa kalian ga cocok.."tegas mama tania. "ihhh mama...mama?maaa? ihhh malah dimatiin lagi..bener2 deh kasih jodoh kayak muka pembantu dekil kuno dan ga suka nonton apanya yang cocok sama gw huh...!"celotoh tania diruang kamarnya. sejam kemudian. "tania,lo bener udah bilang sama nyokap lo soal pertunangan lo?"tanya luna. "beneran tan?"serentak gabby dan sisy. "iya,,tapi mama gw ga mau ngebatalin pertunangannya dan besok mama bakalan pulang ke jakarta..ga tahu deh apa yang bakal mama lakuin..pasrah deh gw mah.."sambil membaringkan badannya ke kasur yang berwarna merah muda itu tania melepas penatnya. "tapi aneh juga sih nyokap lo bisa2nya ngejodohin anaknya sama orang yang penampilannya udik banget kayak orang desa itu.."ucap sisy. "iya bener,dan yang aneh masa orang lulusan universitas luar negeri penampilannya kayak orang lulusan sawah ijo.."lanjut gabby. "hahaha..bisa aja lo gabb..tapi bener juga loh tan,nyokap lo bilang dia ganteng juga itu mesti di test mata dulu deh,orang kayak bima dibilang ganteng??hahaha..diliat dari teropong london ampe jakarta juga tetep aja mukanya bajaj butut..hohoho.."canda luna mencairkan suasana. "biar nyokap gw ajadeh besok kayak gimana..gw ga tau mau kayak gimana biar pertunangan ini berakhir,gw ga suka sama sekali sama bima itu,dari awal sampe sekarang gw ga pernah suka ma dia malah gw jadi suka sama parjo..heem..."cemberut tania diakhir perkataannya. --------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- keesokannya. "tania..tania..."teriak mamanya ketika sampai dirumah. "eh,tante..."sapa parjo. "kamu liat tania?ngak tante..kayaknya dia lagi sama teman2nya.."jawab parjo. "bima,kamu ada apa sama tania?kamu ga cocok sama pertunangan ini??"tanya tante sembari duduk di sofa yang berwarna gold itu sambil melepas lelah. "cocok2 aja tante,cuma ada sedikit masalah yang sulit untuk dipahamin tante.."jawab parjo yang ternyata adalah bima. "maksud kamu kayak gimana?" "aku ini dianggap sama tania itu parjo dan parjo dianggap adalah aku tante.."jawab bima menjelaskan pokok masalahnya. "kenapa bisa begitu bima?"ucap tante dengan heran "jadi begini tante..." "tanteeee............................"teriak luna,sisy dan gabby.. "hai sayang...kalian abis darimana?"sapa tante. "abis dari mall dunk tante,,tania mana?"tanya sisy. "tania?bukannya sama kalian.."tanya tante kembali. "kami kesini buat ketemu tania tante,,abis dari tadi kami telpon nomornya ga aktif..."ucap gabby. "atau dia lagi sama teman2 dancenya tante.."ucap luna memberikan pendapatnya. "iya tante,mungkin dia ditempat dance..biar saya kesana untuk menjemputnya..."jawab bima dengan cepat. "parjo,,jangan ikut campur masalah ini deh..ini masalah pertunangan tau.."ceplos sisy. "masalah pertunangan?maksud kamu apa sisy?ada yang kalian sembunyiin?"tanya tante. "gini tante,jadi sebenernya...aduuuhh...apa yaaa..."jawab sisy terbatah2. "gini tan,jadi tania itu bener2 ga mau dijodohin sama bima,dia ga suka sama bima semenjak mereka bertemu dan ditambah lagi hobby tania yang nonton ditolak mentah2 sama bima itu yang membuat tania bener2 ga mau dijodohin sama bima.."ucap gabby. "iya tante,apalagi tante masih maksa buat pertunangan ini,mungkin itu yang membuat tania kabur tante..."ucap luna. "apa?jadi luna kabur...kenapa dengan anak ini bukan dibicarain dulu sama tante main kabur2 aja sendiri..kalian ga tau dia dimana?"tanya tante dengan rasa khawatir. "sepertinya ditempat latian dancenya tante.."jawab gabby. "kalau begitu,,bima tolong kamu jemput tania dan bilang tante mau ngomongin masalah pertunangan ini baik2,,kalau memang dia ga mau dengan pertunangan ini tante ga mungkin memaksa lagi.."ungkap tante. "bima??"ucap sisy dengan lantang dan terkecut. "parjo mungkin tante..."ucap gabby memperjelas. "dia itu bima bukan parjo sayang,dan dia itu yang tante jodohin ke tania.."ucap tante dengan rasa enggan. "kalau begitu pertunangan ini ga usah dibatalin dunk tante.."ucap luna menengahi. "maksud kamu?" "iya tante,tania itu suka sama parjo..eh,maksud saya sama bima yang pura2 jadi parjo ini..."lanjut luna. "jadi tania suka sama gw,lun?"tanya bima dengan girang. "sudah2 mau tania suka siapa yang penting bawa tania kesini dulu biar masalahnya beres.."tuntas tante. --------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- ditempat dance. "permisi,,lo vika kan?"tanya bima kesalah satu teman tania ditempat dance. "iyaa,,lo supir itu kan?ada apa lo kesini?" "gw mau nyari tania,dia sekarang dimana?" "mana gw tau..udah 3 hari dia ga kesini..emang dia ga ada ditemen2 kampusnya?"tanya vika kembali. "ga ada,,oke..kalau gituh gw permisi dulu yaa,,makasih yaa.." 2 jam kemudian. "tania..tania..lo kemana sih jangan bikin orang jadi bingung gini deh..lo kemana sih,udah dicari ditempat2 yang lo sering datengin tete aja lo nya ga ada..lo minggat jangan jauh2 napa?"celotoh bima dijalanan yang sedang terik itu. "atau dia di...oyaa...gw belum kesana..." bima pun langsung jalan menuju tempat yang kemungkinan adanya tania disana.. "tania,gw mohon lo ada disini..kalau ga gw ga tau lagi mesti nyari lo dimana lagi.."sambil menaiki lift menuju lantai atas. taernyata benar tania ada diatap gedung waktu iya kecil tinggal disana. "tania..nyokap lo cariin lo,kenapa lo malah ada disini.."ucap bima dengan wajah kelelahan. "parjo,,gw ga bakalan mau pulang sebelum nyokap gw ngebatalin pertunangan gw sama bima.."jawab tania dengan singkat. "kalau ditunanginnya sama gw gimana?"tanya parjo. "kenapa lagi sama lo parjo?gw tetep ga mau ditunangin sama siapa aja termasuk lo.."tegas tania. "tapi gw suka sama lo tania,dari awal gw udah suka dan sayang sama lo..." "udah parjo! gw ga bakalan sama lo karna nyokap gw ga bakalan setuju kalau gw itu sama lo.."jawab tania dengan nada santai. "gw tanya sama lo sekali lagi tanpa lo mikirin nyokap lo,lo mau ga jadi istri gw?tolong jawab dengan jujur..."sekarang bima mulai mendekati tania. "maap paarjo ga bisa,nyokap gw ga bakalan setuju tentang ini..." "lo suka sama gw apa ga?!"tanya bima agak membentak. "gw..gw suka sama lo parjo,tapi nyokap gw cuma maunya gw sama bima..gw ga tau kalau kita maksa pasti nyokap gw bakal sedih...maap yaa.."ucap tania sambil meneteskan air matanya. "hahahaha..kalau begitu udah jelas kita ga ada masalah..."ucap bima. "maksudnya?"tanya tania. "sebelumnya aku minta maaf ke lo tania..." "kenapa minta maap deh lo..udah ahh.." "gw itu bukan parjo tapi gw ini bima tunangan lo..ini semua karena dari hari pertama kita ketemu lo langsung anggep gw ini supir lo,jadi gw rasa mungkin gapapa supaya gw tau lo kayak gimana sifatnya terhadap cowo yang ditunangin ke lo. maap banget tapi gw beneran suka dan sayang sma lo..lo mau kan jadi istri gw?"pinta bima. "jadi lo ngebohongin gw?! bener2 deh ya lo...gw ga bisa maapin lo!"ucap tania dengan marah. "kuq gituh..please deh..nanti ditraktir nonton deh..gimana?"bujuk bima "kalau begitu...yaudah deh,,tapi sama traktir makan juga taa.."ucap tania. "iya2.." akhirnya mereka berpelukkan dan mereka pulang kerumah dengan rasa bahagia. mereka melanjutkan pertunangan mereka dimana 2 tahun setelahnya mereka menikah dan hidup bahagia. end.